RSS

Ketika Cinta Bertasbih


Cinta pada Sang Maha Cinta tak akan terhenti dari mereka yang dicipta. Sejenak tak percaya sebab tak nyata suara tasbihnya. 

Namun Kalam Cinta mampu bercerita tentang apa yang dirasa dan diterka. Nyatanya tidak ada sesuatu pun melainkan dengan bertasbih memuji-Nya. Hanya manusia tak mampu mengerti tasbih setiap makhluk-Nya. (Al-isra : 44). Sungguh masing-masing telah mengetahui (cara) bertasbih dan berdoa (An-Nur : 41)

Ungkapan tasbih yang tak sama bersinergi menciptakan suara alam yang menentramkan jiwa ,mengajak lisan untuk ikut bertasbih pertanda kagum kepada-Nya. Pernahkah bertanya? mengapa bukan bising yang tercipta?

Ungkapan cinta tak melulu dengan ucapan. 
Pembuktian tentu perlu membersamai dalam langkah kehidupan. Sekalipun kelak kan disapa ujian, jiwa dan raga akan tetap bertahan membersamai keimanan.

Ingatlah, cinta mengubah racun menjadi madu yang penuh kenikmatan. Tak tergoda kah pada "isy kariman au mut syahidan?"

Meski pembuktian cinta memberi kepedihan namun ia kan berbuah keberkahan ketika Dia menjadi tujuan. Seperti Hajar dan Ibrahim yang terpisahkan, namun keberkahan dirasakan meski berganti zaman. Pun akan merasakan nikmatnya keromantisan dalam kepedihan. Seperti Khodijah yang merelakan tulang-belulangnya sebagai jembatan dalam perjuangan.

Itulah perjuangan para insan pilihan. Namun kita pun layak memperjuangkan syurga yang dirindukan. Jadilah salah satu diantara 7 golongan yang mendapat naungan. Ia saling mencintai di jalan-Nya, bertemu dan berpisah pula karena-Nya.

Sebab Allah lah Muara cinta dari segala cinta. Jika berharap dicinta Sang Maha Cinta, maka cintailah yang Ia cinta. Jika mencinta yang Ia cipta, ingatlah bahwa Dia-lah yang menggetarkan jiwa.

Tasbih Cinta mampu menghadirkan sakinah pada jiwa yang pedih. Kala mampu merangkul keluarga pada akidah dan tauhid yang bersih.

Tasbih Cinta tak hanya memberikan kenikmatan setelah kematian namun ketentraman dalam kehidupan.

Lelah menilai


Ketika mencari orang suci maka lisan sulit berhenti menilai setiap pribadi. Bersua satu, dua, tiga, sepuluh, seratus, bahkan seratus ribu insan belum juga didapati? tak lelahkah beropini tanpa tujuan pasti? alih-alih mengkritisi nyatanya menjatuhkan harga diri. Menolehlah pada hati yang mencemburui perhatianmu pada hati-hati yang tak kau miliki

Menolehlah pada qalbu. Ia berdebu, lusuh tak terbesihkan. Ia lemah, resah, tanpa kebahagiaan. Ia menjerit malu pada yang menciptakan. Barangkali ia pun lelah pada lisan dan raga yang abai pada suara hati yang membisikan.

Segala penilaian segera kembalikan pada yang Menciptakan. Katakan pada-Nya bahwa orang suci sulit kau temukan. Lupakan segala penilaian yang lelah kau fikirkan. Mari berjalan menghabiskan kesempatan yang tak dua kali didapatkan.Mari berjalan dengan tenang penuh keimanan menanti hari pertanggungjawaban dan berharap kekalnya kebahagiaan.

Kritik dan saran

Silakan klik disini

Tatkala diri merindukan rindu karena tak tahu pada siapa rindu dituju. Rasa yang mati mesti lekas dihidupkan karena mereka yang mati sia-sia ~bisa pula karena tak ada rindu yang dituju. Segera arahkan pada sebenar-benarnya tujuan hingga menciptakan kembali kerinduan.

Banyak cerita indah dengan alur yang dramatis dan pesan tersirat yang begitu romantis. Lalu dikuatkan lewat pesan yang puitis serta rima yang terdengar manis. Karya cinta dengan kesmpurnaan analitis tanpa skeptis.

Ah, ternyata...tak pernah habis kata cinta untuk Sang Maha Cinta, meski ujian datang mendera semoga tak menjadikan cinta hanya sebatas ungkapan semata. 

Terimakasih atas luka yang Kau takdirkan. Terkadang membuatku merasa sangat diperhatikan. Entah dicemburui atauhkah diperingati. Rasa pada manusia tak mampu dilihat mata, maka tak nyata keikhlasannya. Lalu untuk apa mencari jawaban pada sesuatu yg belum tentu sejalan antara hati dan lisan. 

Padahal, bisa jadi esok adalah waktu kembali aku padaNya bukanlah denganya. PadaNya yang selalu ada memperhatikan dengan sejuta keromantisan bukan dengannya yang tak seyogianya dipikirkan bila tanpa ikatan. *wkwk apadeh qon


Perbedaan bukan untuk dihindari tapi dijalani dan dipelajari, sejenak kita belajar pada kedua kaki yang memiliki bentuk berlawanan antara kiri dan kanan namun dapat berjalan beriringan karena satu tujuan.

Bagaimanapun karakter manusia tentu harus diterima dalam sebuah pertemanan karena seiring berjalannya waktu kita akan sama-sama belajar satu sama lain, hanya saja butuh waktu lama untuk kita sama-sama memperbaiki diri dan butuh renungan serta pembicaraan antara keduanya.

Namun, manja adalah karakter yang terlalu berat untuk dihadapi sehingga terkadang enggan menghadapi meski pada akhirnya pasti akan dihadapi. Yang dialami bahwa seseorang berkarakter manja memiliki ego sedikit lebih tinggi dari orang lain, selalu memiliki keinginan untuk selalu dilayani (kecuali tamu harus dilayani dg baik) dan dipahami. Tentu tak menyalahkan siapapun prihal ini karena didikan, bacaan, masukan dan jalan hidup setiap orang akan berbeda.

Maka dari itu mari coba diselaraskan 😊

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan kita potensi akal dan raga yang sempurna, meski sebagian tak sempurna pun Allah tetap berikan kesempatan usia kepada kita sebagai pertanda bahwa jatah rezeki kita di dunia ini belum habis sehingga tetap harus kita syukuri dan dimanfaatkan. Memanfaatkn raga dan akal adalah tanda syukur sehingga mesti digunakan sebaik-baiknya, jika sahabatmu punya tangan dan kamu punya tangan maka gunakanlah milikmu sebagai tanda syukur, jika sahabatmu punya kaki dan kamu punya kaki maka langkahkanlah kakimu sebagai tanda syukur, jika sahabatmu punya rezeki dan kamu punya rezeki maka tempatkanlah pada tempatnya. Jika Allah anugerahkan kemampuan kenapa memilih untuk mengandalkan.  Percayalah bahwa teman-teman bisa melakukannya jika kita berusaha. Berlombalah untuk menjadi motivator dalam berbuat kebaikan meski diri jauh dari kesempurnaan karena kita sama-sama belajar.

Bukankah kita satu tubuh? satu bagian terluka maka bagian yang lain ikut merasakannya. Antara organ yang satu dengan organ yang lain bekerja sesuai dengan fungsinya namun mereka saling bekerjasama ketika memiliki satu tujuan. Mereka pun saling membantu, jika anggota tubuh lain memang sudah tak mampu lagi melakukannya. Seperti orang yang tak punya satu kaki, maka tangan membantunya untuk memegang tongkat untuk berjalan. Ketika kedua kakinya sempurna, kaki tak akan memanggil tangan untuk membantunya melangkah. Sama-sama menjaga hati dan belajar memposisikan diri bahwa dia=aku, mungkin adalah hal yang mesti dipelajari. ❤😇❤. Aku yang ingin dicintai, pun sahabat-sahabatmu yang lain yang ingin pula dijaga hatinya serta menjaga hatimu :) .

Wanita harus kuat biar tak mudah lelah dan rapuh.....(katanya)

Tak hanya laki-laki, perempuan pun harus kuat. Ini hanya sebuah doktrin untuk menguatkan diri. Karena aku sedikit belajar dari pengalaman orang terdekat dan dari pengalaman pribadi. Kita sebagai perempuan nampaknya tidak menyadari bahwa kita dituntut untuk menjadi pribadi yang kuat. Bayangan manis setelah menikah tampaknya tak semanis bayangan 😁. Pastinya akan ada masalah dan tanggung jawab lebih yang harus dihadapi dibandingkan saat masih sendiri. Ini memang tulisan yang sedikit sok tahu namun tak ada salahnya kan beropini? mungkin ada yang penasaran dengan sudut pandang seorang remaja yang tak muda lagi 😂.

Pengalaman pribadi yang pernah dan mungkin beberapa kali dialami adalah ketika harus menyelesaikan urusan rumah sembari dititipi beberapa anak balita dan anak bayi. Dari sanalah aku bisa mendapatkan bayangan, kita merasakan bahwa perempuan itu harus bisa melakukan berbagai hal sendiri. Misal ngangkat jemuran sendiri, ngangkat air sekian liter sendiri, pergi kemana-mana sendiri. Selain itu harus menidurkan bayi, ngasih makan anak-anaknya, untunglah kalau si anak langsung mau makan, belum lagi kalau mesti dirayu. Matapun harus siap siaga memantau anak ketika melakukan pekerjaan lain. Lalu ketika salah satu anggota keluarga sakit perempuan nampaknya paling harus siap siaga. Belum lagi jika suami pulang harus disambut dengan baik.😁

Aku pernah bekerja dengan tanggung jawab yang cukup menguras pikiran,tenaga dan emosi. Lalu merasakan lelah yang luar biasa bahkan hampir frustasi begitupun dengan bapak manajer yang lebih pusing dari staffnya. Pernah terlintas ketika melihat lelahnya atasanku dan bergumam dalam hati "aku sanggup ga sanggup jika menjadi beliau, harus pulang ke rumah lalu ketemu istri dan menyembunyikan kelelahan sedangkan di kantor lelahnya luar biasa, aku saja di rumah masih memikirkan urusan kantor sedangkan di keluarga ga ada masalah, bagaimana jika keduanya ada masalah" 

Maka pertemuan seorang suami dan istri di akhir aktifitas mungkin adalah sebuah perjuangan, perjuangan untuk sama-sama menyembunyikan kelelahan hingga diri tak mampu melihat lagi kelelahan diri sendiri. #pengamat ibu dan bapak :)

Kita terpikirkan untuk memiliki pembantu, namun tak semudah itu. Mungkin kita akan berfikir ulang karena perlu menyisihkan sebagian pendapatan untuk membayar pembantu (tapi gpp ya jika diniatkan untuk berbagi rezeki) namun jika pada kenyataannya lebih banyak kebutuhan misal suami masih punya tanggungan adik-adik yang masih sekolah apalagi kuliah tentu kita pun harus bisa mengerti, karena suami bukan milik pribadi namun masih milik keluarganya. #pepatah leluhur. Nampaknya, sifat kekanak-kanakan dan egois harus perlahan-lahan meluruh pada masa ini.

Prihal finansial, mungkin inilah yang cukup sensitif dalam keluarga. Sebagai perempuan kita mungkin bertugas sebagai pengendali. Sepertinya harus belajar untuk tidak mengutamakan sebuah keinginan hingga menjadikannya sebagai kebutuhan dan tak perlu mengutamakan gengsi saat berinteraksi. Kebanyakan perempuan terjebak dalam persaingan kekayaan dengan kawan. Bukan wibawa yang terlihat justru kebalikannya 😁. Ngapain ya bahas itu? gpp hanya sering mendengar obrolan di angkutan umum dan lingkungan sekitar jadi cukup greget. Kemudian prihal pendapatan, meski perempuan memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari suami tak lantas meninggikan posisi diri diatas suami, dalam keadaan apapun menghormati adalah sebuah kewajiban. *nasihat leluhur

Jika diucapkan mungkin terlihat ringan namun jika dilakukan insyaAllah ringan juga apabila diiringi keihkhlasan. Kalau lelah itu = manusiawi. MasyaAllah jadi kepikiran orang tua sendiri. 

Perjuangan dalam rumah tangga terlihat berat namun bukan berarti hanya sendiri. Ada yang Maha Pengasih dan Penyayang. Pertolongan itu akan selalu ada sampai kapanpun. Iya kan?.

Kalau sisi bahagianya tidak perlu dibahas, dalam perjuangan pasti ada kebahagiaan yang tak terkira dan akupun tak banyak tau sih.